OLAHRAGA DAN PENYAKIT JANTUNG

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kebugaran Jasmani yang dibina oleh Bapak Ony Bagus Januarto

Oleh:

Brahmantya Wardana   107711407015

Hendra Setiawan          107711407016

Tegar Bayu K.              107711407017

Novika Sari                  107711407018

Angga Yuli Saputro      107711407019

Lukman Kurniawan      107711407020

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN

Maret, 2010


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Olahraga secara harfiah berarti sesuatu yang berhubungan dengan mengolah fisik. Dari sudut pandang ilmu faal olahraga, olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatan kemampuan fungsionalnya, sesuai dengan tujuannnya melakukan olahraga (Santosa,2005 )

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian tentang olahraga?
  2. Apa yang dimaksud dengan jantung?
  3. Apa saja penyakit dan gangguan yang dapat diderita jantung?
  4. Apa itu penyakit jantung koroner dan bagaimana ciri-cirinya?
  5. Bagaimana pencegahan penyakit jantung koroner?
  6. Olahraga apa yang cocok untuk pengidap jantung koroner?

1.3 Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian tentang olahraga.
  2. Untuk mengetahui apa itu yang disebut dengan jantung.
  3. Untuk mngetahui panyakit dan gangguan pada jantung.
  4. Untuk mengetahui tentang penyakit jantung koroner dan ciri-cirinya.
  5. Untuk mengetahui cara mencegah penyakit jantung koroner.
  6. Untuk mengetahui olahraga yang cocok untuk pengidap penyakit jantung koroner.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Olahraga

Olahraga secara harfiah berarti sesuatu yang berhubungan dengan mengolah raga atau dapat dikatakan mengolah fisik. Dari sudut pandang ilmu faal olahraga, olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatan kemampuan fungsionalnya, sesuai dengan tujuannnya melakukan olahraga (Santosa,2005 ). olahraga merupakan serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu (Griwijoyo, 2005).

Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik; artinya Olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikuti kegiatan Penjas-Or dari pada siswa-siswa yang tidak aktif mengikuti Penjas-Or (Renstrom & Roux 1988, dalam A.S.Watson : Children in Sport dalam Bloomfield,J, Fricker P.A. and Fitch,K.D., 1992).
Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat)

2.2 Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu “pengatur irama”. Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek – kira-kira 0,4 detik – yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

2.3 Penyakit dan Gangguan Pada Jantung

Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern. Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern.

Penyakit Jantung Koroner

Umumnya orang-orang yang memiliki penyakit jantung kebanyakan menderita penyakit jantung koroner.Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan bisa menyebabkan serangan jantung yang diakibatkan pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung.

Dibawah ini adalah beberapa gangguan yang bisa terjadi pada jantung:

Gagal Jantung

Gagal jantung atau Heart Failure merupakan penyakit jantung yang paling menakutkan. Biasanya jantung penderita berdetak tidak normal atau tidak berdetak sebagaimana mestinya.

Pericarditis

Adalah penyakit radang yang mengitari lapisan jantung yang umumnya diakibatkan infeksi. Namun gangguan ini jarang terjadi.

Irama Jantung Abnormal

Jantung normalnya berdetak 60 -100 kali per menit. (sekitar 100 ribu / hari). Jantung yang berdetak tidak normal disebut arryhytmia atau dysrhythmia.Jantung yang berdetak lambat (di bawah 60 kali/ menit) disebut bradyarrhythmias sedang yang cepat (berdetak diatas 100 kali/ menit) disebut tachyarrhytmias.

Heart Valve Disease

Penyakit ini merupakan gangguan jantung akibat rusaknya katup jantung. Katup jantung ini berfungsi sebagai pengatur aliran darah yang masuk searah menuju jantung.

Cardiomyopathies

Gangguan yang meyerang otot jantung itu sendiri yaitu adanya pembesaran atau pengecilan jantung secara tidak normal atau bahkan menjadi kaku.Sebagai akibatnya jantung bisa menjadi lemah atau jantung memompa secara tidak normal.Tanpa penanganan lebih lanjut bisa berakibat gagal jantung atau juga jantung bisa berdetak tidak normal.

Congenitas Heart Disease

Biasanya gangguan ini terjadi pada anak kecil dan disebut juga kelainan pada jantung.Menurut penelitian, 8 10 anak dari 1.000 kelahiran bisa terserang gangguan ini. Gejala awal biasanya terdeteksi saat kelahiran atau pada masa kanak-kanak. Penyakit jantung sendiri biasanya terjadi akibat gaya hidup, pola makan, dan aktivitas sehari-hari yang dijalani si pelaku yang tidak memperhatikan kesehatan. (Sumber: http://penyakit.infogue.com)

2.4 Penyakit Jantung Koroner dan Ciri-cirinya

Penyakit jantung koroner disebut “thrombosis koroner”. Di Indonesia, menurut statistik kesehatan, PJK menduduki urutan ketiga sebagai penyebab kematian. Dengan semakin meningkatnya pendapatan penduduk, penderita PJK diramalkan juga semakin meningkat. Pada tahun 1974, dilaporkan ada sekitar 140,000 penderita PJK, dan pada tahun tersebut ada 18,000,000 penduduk Indonesia di atas usia 45 tahun yang berada dalam keadaan bahaya. Untuk itu, kewaspadaan perlu terus kita tingkatkan bila kita ingin menghindarkan penyakit jantung sebagai penyebab utama kematian di Indonesia. Melihat penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia, atau pembunuh nomor tigadi Indonesia, adalah penting bagi kita untuk mengetahui penyebab serta penanggulangan penyakit jantung. Sekarang ini betapa sering kita mendengar seseorang yang sedang menonton sepakbola, tiba-tiba mendapat serangan jantung, dan menghembuskan napas yang penghabisan dalam perjalanan ke rumah sakit. Atau pernahkah kita mendengar seorang yang sedang main bulutangkis, tiba-tiba terjatuh, dan tidak pernah bangun kembali? Bagaimanakah penyakit serangan jantung ini dapat dihindarkan? Apakah benar olahraga dapat menghindarkan penyakit jantung? Untuk itu kita akan melihat apakah yang menjadi faktor primer dan sekunder mengapa seorang mempunyai risiko untuk mendapatkan penyakit jantung.

Tanda-tanda peringatan dini Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mendiagnosa segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.

  1. Rasa sakit yang tidak jelas, atau rasa tidak nyaman yang samar, bahkan rasa sesak di bagian tengah dada. Kadang, serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami-rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan. Nyeri.
  2. Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru.
  3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  4. Jantung berdebar-debar.
  5. Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
  6. Gejala khas yang dirasakan adalah Angina Pektoris. Angina Pektoris adalah suatu gejala klinis yang termanifestasi dengan nyeri dada (yang sifatnya subjektif) seperti tertekan atau merasa dadanya diperas-peras. Bisa juga merasakan seperti ditusuk-tusuk, bahkan ada yang merasa seperti terbakar. Hal ini timbul pada saat seseorang melakukan aktivitas fisik yang berlebih, misalnya sedang berolahraga, marah besar, ataupun emosi lainnya. Sifat nyeri biasanya berlokasi di belakang tulang dada tapi bisa juga di sebelah kiri atau sebelah kanan dengan penjalaran ke tangan kiri biasanya ke jari kelingking, jari manis, dan jari telunjuk. Nyeri ini bisa menjalar ke bahu, leher, bahkan ada yang ke punggung atau bawah mulut. Rasanya seperti pegal-pegal atau kesemutan. Perasaan tidak enak di dada disertai dengan kepala terasa ringan seperti mau jatuh, berkeringat dingin, mual atau muntah, dan sesak napas.
  7. Khas dari Angina Pektoris adalah begitu kegiatan fisik atau emosi sudah berhenti/reda, maka dengan sendirinya sakit itu menghilang. Hal ini biasanya berlangsung hanya 2 hari. Hal ini biasanya berlangsung hanya 2 hingga 3 menit saja atau kurang dari 15 menit. Ini terjadi karena otot-otot jantung yang pada saat aktivitas meningkat memerlukan lebih banyak oksigen dan makanan, tidak mampu disuplai karena adanya sumbatan pada pembuluh darah koronernya.
  8. Sayangnya, menurut seorang dokter ahli jantung, tidak semua penderita PJK mengalami gejala yang khas ini. Seringkali PJK datang tiba-tiba berupa serangan jantung yang lebih hebat yang disebut Infark Miokard (kematian otot jantung). Ini terjadi karena aliran darah ke otot jantung sangat berkurang. Kekurangan suplai makanan dan oksigen dalam waktu yang lama menyebabkan sel-sel otot jantung menderita luka yang tidak dapat sembuh lagi, yang berakhir pada kematian sel-sel otot jantung tersebut. Kegagalan jantung atau kematian penderita dapat terjadi tergantung dari banyaknya otot jantung yang rusak. Gejala Infark miokard ini lebih hebat lagi yaitu berupa nyeri dada yang lebih hebat, disertai keringat dingin, mual, bisa terjadi penurunan kesadaran (mau pingsan) hingga kematian.
  9. Namun ada bentuk yang lebih berbahaya lagi yaitu yang mempunyai gejala sedikit atau minimal seperti gejala masuk angin saja, badan tidak enak disertai sesak napas, yang dapat disertai dengan muntah. Tanpa diketahui sebenarnya penderita sudah mengalami serangan jantung tapi tidak terdeteksi.

2.5 Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Jangan merokok.

Rokok mengandung nikotin yang akan menaikkan tekanan darah karena nikotin menyebabkan tubuh melepaskan adrenalin, yang membuat pembuluh darah menjadi mengerut atau menyempit dan debaran atau denyutan jantung akan menjadi lebih cepat.Jika anda adalah seorang perokok, tanyakan pada dokter untuk membantu anda membuat rencana untuk berhenti merokok. Setelah 2 atau 3 tahun anda tidak merokok, resiko terserang penyakit jantung koroner akan menjadi lebih rendah.
Kontrol dan kendalikan tekanan darah

Jika anda dengan tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan menasehatkan cara-cara untuk menurunkan tekanan darah. Jika anda mengkonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi, pastikan obat-obatan tersebut adalah obat yang disarankan oleh dokter.
Latihan olah raga

Olah raga secara teratur dapat membuat jantung menjadi lebih kuat dan mengurangi resiko penyakit jantung. Latihan olah raga dapat juga bermanfaat pada kasus tekanan darah tinggi. Sebelum anda memulai olah raga, konsultasikan dengan dokter tentang tipe olah raga yang tepat yang bisa anda lakukan. Cobalah lakukan olah raga sedikitnya 4-6 kali dalam satu minggu dengan minimal waktu 30 menit tiap kali olah raga

Tanyakan kepada dokter tentang pemakaian dosis rendah aspirin untuk tiap harinya

Aspirin dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, akan tetapi mengkonsumsi aspirin juga mempunyai resiko berbahaya, jadi konsultasikan hal ini pada dokter ahli.
Tanyakan pada dokter tentang pemakaian suplemen vitamin.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, vitamin E bisa mengurangi resiko seseorang terserang penyakit jantung koroner. Vitamin-vitamin yang lainnya mungkin juga membantu melindungi terhadap penyakit jantung koroner.

Diet makanan sehat.

Tambahkan makanan-makanan yang rendah kolesterol dan lemak dalam diet

2.6 Olahraga yang Cocok Untuk Penyakit Jantung

Kebiasaan berpola hidup sehat mempunyai banyak pengaruh pada penyakit jantung koroner. Faktor risiko dapat didefinisikan sebagai kebiasaan seseorang atau keadaan yang menunjukkan peningkatan risiko terhadap penyakit jantung koroner. Sampai tahun 1992 aktivitas fisik belum dimasukkan dalam daftar sebagai faktor risiko penting yang dapat diubah. Termasuk di antaranya merokok, tekanan darah tinggi, dan tingginya kadar kolesterol darah. Dulu aktivitas fisik atau olahraga dimasukkan dalam daftar sebagai faktor risiko kurang penting bersama-sarna dengan obesitas (kegemukan), stres, dan diabetes. Sedangkan jenis kelamin pria dan meningkatnya usia merupakan faktor risiko yang tak dapat diubah. Penelitian soal faktor risiko PJK sebenarnya sudah lama dilakukan. Antara lain dilakukan pada 1953, terhadap supir bus yang dalam pekerjaan sehari-harinya duduk saja mengendarai bus. Ternyata, mereka memiliki risiko menderita PJK lebih besar daripada kondekturnya yang banyak bergerak dalam bus bertingkat untuk mengumpulkan tiket.

Ada lagi penelitian yang dilakukan tahun 1970 oleh dr. Paffenharger dengan tim penelitinya. Berdasarkan hasil penelitiannya diketahui, ternyata para pekerja pelabuhan di San Francisco yang dalam pekerjaannya sedikit menggunakan fisiknya memiliki risiko menderita PJK 60% lebih besar daripada teman-temannya yang banyak menggunakan fisik dalam pekerjaannya. Pada tahun 1975 hasil penelitiannya menyatakan bahwa alumni perguruan tinggi yang aktif secara fisik menyimpan risiko menderita PJK lebih rendah daripada mereka yang tidak aktif. Ditambah banyak lagi penelitian lain, dapatlah disimpulkan bahwa mereka yang tidak aktif bergerak, erat hubungannya dengan PJK. Apakah hasil penelitian itu juga berlaku untuk wanita? Dalam suatu penelitian dari Universitas Washington di Seattle dinyatakan, risiko mengalami serangan jantung pada wanita menurun 50% dengan melakukan latihan-latihan sedang, berupa jalan kaki selama 30 – 45 menit, sebanyak tiga kali seminggu.

Penelitian lain dihasilkan dari sekolah kedokteran dari Universitas Brown di Providence, Rhode Island. Hasilnya, wanita yang kurang cukup aktif bergerak memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami PJK daripada wanita yang cukup bergerak. Banyak penelitian menyatakan, kurang aktif bergerak pengaruhnya pada risiko PJK sama tingkatannya pada pria atau wanita. Pada orang-orang bugar umumnya faktor-faktor risiko mereka terkendali dengan baik. Lagi pula jantungnya lebih besar dan lebih kuat, yang mempengaruhi pada peningkatan suplai darah dan oksigen. Demikian pula pembuluh-pembuluh darah arteri koronernya dapat lebih mengembang dan jadi lebih besar. Malah pada usia lanjut pembuluh-pembuluh darah arteri koroner mereka pun tidak menjadi kaku. Hal paling penting yang membuat orang-orang aktif bergerak memiliki hanya kecil kemungkinan mengalami PJK adalah semua faktor risiko mereka terkendali.
Latihan-latihan olahraga selama 30 menit setiap kali berlatih dengan intensitas sedang sudah dapat menurunkan risiko PJK. Latihan yang lebih keras dan dalam jumlah lebih banyak dapat lebih menurunkan risiko itu, meskipun penurunan risikonya tidaklah linier. Latihan olahraga dikatakan memiliki intensitas sedang apabila denyut nadinya mencapai kurang lebih 70 – 75% dan denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal adalah 220 dikurangi umur dalam satuan tahun. Jadi, misalnya, untuk seseorang berusia 40 tahun, dikatakan latihannya berintensitas sedang bila setelah latihan denyut nadinya bisa mencapaf antara 70 – 75% dari 220 – 240, yakni antara 126 – 135 denyut per menit. Banyak penelitian mengingatkan untuk tidak salah mengerti bahwa latihan-latihan dengan intensitas seenaknya saja sebenamya tidak memadai. Dr. Timo Lakka dari Universitas Kuopio di Finlandia mengadakan penelitian selama lima tahun terhadap 1.453 pria tengah baya yang pada permulaan bebas dari PJK. Dia menggolongkan mereka berdasarkan frekuensi dan intensitas latihannya.
Hasilnya, mereka yang melakukan latihan olahraga dengan intensitas sedang sampai keras paling sedikit 2,2 jam per minggu, maka risiko menderita PJK kurang dari separo dari mereka yang tidak melakukan latihan olahraga secara teratur. Selain itu, hanya latihan-latihan olahraga aerobik dengan intensitas sedang sampai keras, seperti jalan cepat, joging, bersepeda, dan lainnya, dapat memberikan perlindungan. Aktivitas fisik yang intensitasnya ringan-ringan saja – seperti jalan-jalan pelan, memancing, berkebun, dan lainnya – tidak menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Jadi, dapat disimpulkan, untuk mengoptimalkan manfaat dari latihan-latihan olahraga dalam usaha kita untuk menanggulangi penyakit jantung koroner, lakukan latihan dengan takaran yang cukup (sedang sampai keras), di samping pengaturan pola hidup yang benar. Latihan-latihan olahraga pun harus dilakukan untuk seterusnya. Olahraga memang kontrak seumur hidup, sebagaimana komitmen menjaga kesehatan selama seumur hidup.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kebiasaan berpola hidup sehat mempunyai banyak pengaruh pada penyakit jantung koroner. Untuk mengoptimalkan manfaat dari latihan-latihan olahraga dalam usaha kita untuk menanggulangi penyakit jantung koroner, lakukan latihan dengan takaran yang cukup (sedang sampai keras), di samping pengaturan pola hidup yang benar. Latihan-latihan olahraga pun harus dilakukan secara berkelanjutan. Olahraga memang kontrak seumur hidup, sebagaimana komitmen menjaga kesehatan selama seumur hidup

About these ads
Comments
  1. edward tambunan says:

    yth para penulis makalh ini<
    Saya dr. Edo Tambunan, SpKO sebagai dokter spesialis olahraga sudah membaca makalah ini dan ingin memberi beberapa tanggapan atas tulisan anda:
    1. Pada penderita Jantung Koroner seharusnya dilakukan pemeriksaan pre partisipasi sebelum melakukan latihan jasmani atau olahraga untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kebugaran orang tersebut.
    2. Untuk penderita jantung derajat III dan IV sudah masuk kedalam kontraindikasi absolut untuk melakukan latihan jasmani. Termasuk kedalamnya yaitu penyakit jantung koroner.
    3. Hati-hati untuk penderita penyakit jantung tipe 1 dan 2, dalam melakukan latihan jasmani harus tetap dalam pngawasan. Perhatikan untuk intensitas yang diberikan cukup 60 – 70% denyut nadi maksimal.
    Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan informasi kepada masyarakat awam terutama masyarakat penderita jantung. Terima kasih para penulis yang baik

    • ayinosa31 says:

      terima kasih pak atas tanggapannya…

    • Rendra trisyanto Surya says:

      Makalah ini menerik..krn sepengetahuan saya belum banyak tulisanmengenai pengaruh olahraga terhadap penyakit jantung. Hanya saja tulisan ini kurang mendalam mengkajinya..(Apakah ini cuma ringkasannya saja..? Execuitve Summary?) Lbh menrik kl makalah lengkapnya dimuat disini).

      Saya sebagai pasien jantung koroner akut (Dua pembluh kanan tersumbat 100%, dan dua pembuluh kiri tersumbat 70% dan 80%), memang dianjurkan dokter jantung utk rutin berolahraga….
      Awalnya olahraga jalan saya (sedikit mendaki dan menurun), terasa membuat sesak nafas..tapi sekarang sdh biasa…tdk merasa keluhan lagi (Apakah ini artinya sy sdh sembuh..? mengingat penyakit jantung sering datang tiba2 ke org2 yg terlihat sehat)..

      Meskipun olahraga saya hanya 2 kali smeinggu selama 1,5 jam jalan… menurur dokter terlalu berat…tetapi sy merasa dk ada keluhan apa2..selain agaks esak diawal dan terus normal setelahnya…

      Apakah baik sy teruskan olahraga jalan kaki 1,5 jam ini…meskipun jalannya agak sedikit mendaki..?

      terima kasih, kala ada yg mau sharing…!

      wassalam.

      Rendra trisyanto
      (dosen nerusia 50 thn tinggal di bandung)

  2. RUDI AKMAL says:

    makasi ya kk dah mau berbagi dengan kami :)

  3. danar says:

    maaf mau tanya untuk penelitian 1953 mengenai risiko pjk pada sopir, sumbernya darimana?

  4. azka says:

    mohon info utk makanan yg perlu dihindari, dan obat herbal yang cocok bagi penderita jantung koroner, karena Abah sy terkena serangan jantung koroner. mhn info ke alamat email sy azka.archuleta@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s