SISTEM HORMON

Posted: November 6, 2009 in Kuliah
Tags: ,

.  SISTEM HORMON DALAM LATIHAN FISIK

Hormon adalah zat kimia yang  di sintesis oleh sel khusus dan di alirkan ke darah untuk diangkut ke dalam sel yang di tujukan dan dengan itu hormon tersebut dapat menjalankan perannya sebagai pengatur.

Paathormon di bentuk oleh berbagai macam sel, Neurohormon (hormon syaraf) di hasilkan oleh syaraf sekretorius seperti yang terdapat pada hipotalamus. Syaraf penghatar (neurotransmitter)di hasilkan dalam sel syaraf dan di keluarkan dari ujung terminal syaraf. Fero hormon adalah zat kimia yang berperan sebagai pengatur tingkah laku. Zat perangsang (drug) adalah zat kimia dari luar tubuh yang kerjanya merangsang atau menghalangi zat-zat kimia pengatur tubuh.

Kelenjar Endokrin adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran atu kelenjar buntu. Sekresi yang di buatnya tidak meninggalkan kelenjarnya melalui saluran, tetapi langsung masuk kedalam darah yang beredar di dalam jaringan kelenjar. Kata “ Endokrin” berasal dari bahasa yunani yang berarti “sekresi ke dalam”.Zat ini di sebut hormon, dari kata Yunani yang berarti “merangsang”.

Sumber hormon mencakup organ dan kelenjar lain seperti insulin dari kepulauan langershans di dalam pangkreas, gastrin di dalam lambung, estrogen dan progestran di dalam ovarium dan testosteron di dalam testes.

 

Hormon Pertumbuhan atau Hormon Somatotropik

Hormon ini berfungsi untuk :

¯   Mengendalikan pertumbuhan tubuh seperti pertumbuhan sel-sel tulang, otot-otot    dan organ lain dalam tubuh.

¯   Meningkatkan aktivitas pengangkutan asam amino.

¯   Meningkatkan kecepatan sintesa protein.

 

 

Hormon Tirotropik/Thyrotropic Stimulating Hormon (TSH)

Hormon ini berfungsi untuk:

¯  Mengontrol banyaknya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

 

Kelenjar Tiroid berfungsi untuk :

¯   Mengatur susunan kimia dalam jaringan dan bekerja sebagai perangsang    proses pembakaran dalam tubuh dan mengatur penggunaan oksigen.

¯   Hormon tiroid mempunyai pengaturan khusus dan pengaturan umum terhadap pertumbuhan pada manusia. Pengaturan hormon tiroid terhadap epertumbuhan terutama pada anak-anak. Bila seorang anak kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) pertumbuhannya akan terhambat tetapi bila teralu banyak hormon tiroid (hipertiroid) maka pertumbuhan  tulang semakin cepat, menyebabkan anak tumbuh lebih tinggi dari biasa.

¯  Pengaruh hormon tiroid terhadap berat badan

Menigkatnya produksi hormon tiroid hampir selalu menurunkan berat badan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2.  MEKANISME KERJA HORMON

Respon terhadap hormon tergantung pada hormone dan sel target. Beraneka sel target memberikan respon berbeda pada hormone yang sama misalnya insulin, merangsang sintesis glikogen dalam sel hati, tetapi dalm sel adipose merangsang sintesis trigliserida. Hormon lain mempengaruhi perubahan permeabilitas membrane plasma, merangsang pengangkutan substansi kedalam atau keluar sel target, mengubah kecepatan reaksi metabolic khusus, atau menyebabkan kontraksi otot polos atau otot jantung. Beranekanya pengaruh hormone, mungkin karena adanya mekanisme berbeda kerja hormon.

Ada 2 cara untuk mulai mengikat dan menggiatkan reseptor khususnya:

  • Penggiatan reseptor intraselular

Hormon steroid han hormon tiroid dengan mudah melewati membranplasma karena larut lemak. Masuknya ke suatu sel target, hormone mengikat dan menggiatkan suatu reseptor intra selular, biasanya terletak di dalam nucleus. Reseptor yang di giatkan kemudian mengubah ekspresi gen, yaitu mempngaruhi gen khusus  DNA inti. Karena DNA di rekam, membentuk RNA duta baru, meninggalkan inti, dan masuk sitoplasma. Disini ia langsung mensintesis protein baru pada ribosom, biasanya berupa enzim. Gen baru menyebabkan respon fisiologik yang merupakna karakteristik hormone.

  • Penggiatan reseptor membranplasma

Hormon katekolamin, peptide dan protein, tidak larut lemak, karena itu tak dapat difusi melalui lapisna ganda pospolipid membrane plasma untuk mengikat pada reseptor intraselular. Reseptor bagi hormone larut air ini adalah pada permukaan luar membrane plasma. Setelah suatu hormone larut air di lepas dari kelenjar endokrinnya maka hormone beredar dalam darah sampai mencapai sel target, membawa peasan khusus pada sel yang di sebut kurir pertama di perlukan kurir ke dua untuk mengantarkan psean di dalam sel tempat respon atas rangasangan hormone berada.

Kurir kedua ini adalah AMP Siklik, di sintesis dar ATP yang merupakan pemasok energi utama dalam sel. Enzim yang mengkatalis pembentukan AMP Siklik dalah Adenylate Cyclase ( adenilat siklase). Bila kurir pertama (hormone) menempel pada reseptor di permukaan luar membrane, adenilat siklase di giatkan kemudian adenilat siklase mengubah ATP menjadi AMP siklik dalam sitoplasma. Kurir kedua berfungsi untuk mengubah fungsi sel.

Di samping AMP siklik, beberapa substansi lain juga bertindak sebagai kurir kedua, yaitu Ca++, GMP siklik, inosotol tripospat, dan diasilgliserol (DAG). Dalam system kurir kedua AMP siklik, reseptor hormone tidak berhubungan langsung pada siklase adenilat. Molekul yang disebut protein G, menghubungkan reseptor permukaan luar membrane ke molekul adenilat siklase pada permukaan dalam membrane. Pengikatan hormone pada reseptor menggiatkan beberapa molekul G, yang seterusnya menggiatkan molekul adenilat siklase. Kalau selanjutnya dirangsang oleh pengikatan lebih banyak molekul hormone pada reseptor, protein G dangan perlahan menjadi tidak giat, ini membantu menghentikan respon  hormone. Protein G adalah gambaran umum sebagian besar system kurir kedua.

AMP siklik tidak langsung menghasilkan respon fisiologik tertentu, tetapi menghasilkan satu atau lebih enzim yang bersama-sama disebut sebagai protein kinase yang mungkin bebas dalam sitoplasma atau terikat pada membrane plasma. Ini berarti protein kinase memindahkan satu gugus pospat dari ATP dan menambahkan pada protein yang biasanya berupa enzim lain.

 

Hormon dapat mengubah aktivitas hormone dalam permeabilitas sel perubahan ini karena adanya hasil dari modifikasi genetic. Hormon yang melekat pada reseptor ini mempengaruhi arah sintesis mRNA dan oleh karena itu sering menimbulkan pengaruh. Hormon yang melekat pada eseptor membrane sel akan menimbulkan isarat-isarat sekunder.

Isarat sekunder cAMP di hasilkan oleh pengaktifan enzim membrane adenilsiklase apabila hormone tertentu melekat pada reseptor sel membrane. Peningkatan dalam cAMP mengaktifkan kinase protein di dalm inti atau sitoplasma yagn menimbulkan reaksi metabolic dan fisiologis. Ini mencakup timbulnya:

  • Degradasi(penurunan) protein, lemak dan glikogen
  • Mengurangi pelepasna histimin dari sel mast
  • Menahan air
  • Timbulnya kontraksi otot rangka dan jantung
  • Mengaendurnya otot polos pada paru-paru, perut dan intestinum

 

Beberapa hormone melekat pada reseptor yang menyebabkan meningkatnya cAMP, untuk menimbulkan pengaruh yang berlawanan. Hormon lainnya mungkin menyebabkan lepasnya ion Ca yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan reseptor, kalmodulin, yang dengan cepat mempengaruhi aktifitas sel, termasuk metabolisme regulator sel seperti cAMP dan cGMP

 

Meningkatkan cAMP

 

A :          cAMP mengaktifkan sitoplasma atau inti protein kinase

B :          Perombakan fosfat anorganik untuk mengubah enzim yang tidak aktif menjadi aktif

C :          Enzim aktif mengubah reaksi kimia yagn berbeda yang menyebabkan pembentuka respon sel atau hasil

 

 

 

 

2.3. FUNGSI HORMON DALAM LATIHAN FISIK

Saat kita melakukan latihan fisik maka akan terjadi perubahan-perubahan organ dan fungsi dalam tubuh, hormone juga sangat mempengaruhi saat latihan fisik. Adapun fungsi hormone dalam latihan fisik antara lain:

¯    Mengatur komposisi kimia dan volume lingkungan internal.

¯    Membantu mengatur metabolisme dan keseimbangan energi

¯    Membantu mengatur kontraksi serabut otot polos dan otot jantung serta       sekresi kelenjar.

¯    Membantu menjaga homeostasis meskipun keadaan darurat gangguan lingkungan seperti trauma, stress, emosional, dehidrasi, starvasi, hemorrhage, dan sushu ekstrem.

¯    Mengatur aktivitas sistem kekebalan.

¯    Memainkan peran memuluskan dalam integrasi pertumbuhan dan perkembangan.

¯    Membantu proses dasar reproduksi, termasuk produksi gamet, fertilisasi, makanan embrio dan fetus, serta bayi baru lahir.

Comments
  1. Austin Pratasik says:

    bisa gag tambahin mekanisme cara kerja hormon steroid dan hormon protein…

    thank sebelumnya…
    gbU_

  2. RINA says:

    I LIKE THAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s