CIRI-CIRI, SIFAT DASAR, KEGUNAAN, DAN PANDANGAN FILSAFAT TENTANG MANUSIA

Posted: March 29, 2010 in Kuliah
Tags: , , , , ,

TUGAS CIRI-CIRI, SIFAT DASAR, KEGUNAAN, DAN PANDANGAN FILSAFAT TENTANG MANUSIA

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Olahraga yang dibina oleh Drs. Roesdiyanto M.Pd

Oleh Novika Sari 107711407018

A. CIRI-CIRI FILSAFAT

Ciri-ciri filsafat menurut Drs. Asmoro Asmadi (Asmoro, Asmadi;129):

  1. Sangat umum
  2. Tidak faktual artinya membuat dugaan-dugaan yang masuk akal dengan tidak berdasarkan pada bukti  tetapi bukan berarti tidak ilmiah
  3. Bersangkutan dengan nilai  dimana penilaian yang dimaksud adalah yang baik dan buruk yang susila dan asusila
  4. Berkaitan dengan arti
  5. Implikatif
  6. Menyeluruh

Ciri-ciri filsafat menurut Drs. Suyadi MP dan Drs. Sri suprapto widodonongrat:

Artinya pemikiran yang luas

  1. Mendasar Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial obyek
  2. Spekulatif Artinya, hasil pemikiran yang didapat dan dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya.

Ciri-ciri filsafat menurut Sunoto:

  1. Deskriptip
  2. Kritik atau analitik
  3. Evaluatif atau normativ
  4. Spekulatif dan sistematik
  5. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan seara radikal. Radikal berasal dari kata Yunani radix yang berarti akal. Berfikir secara radikal adalah berfikir sampai ke akar-akarnya. Berfikir sampai ke hakekat, esensi atau sampai ke substansi yang dipikirkan.
  6. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara universal (umum)
    Berfikir secara universal adalah berfikir tentang hal serta proses yang bersifat umum, dalam arti tidak memikirkan sesuatu yang parsial.
  7. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara konseptual
  8. Berfikir kefilsafatan dicirikan secara koheren dan konsiste
  9. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara sistematik
  10. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara komprehensif
  11. Berfikir secara kefisafatan dicirikan secara bebas
  12. Berfikir secara kefilsafatan adalah pemikiran yang bertanggung jawab

Ciri-ciri persoalan filasafat menurut Made Pramono, S.S., M.Hum

  1. Bersifat sangat umum (tak bersangkutan dengan objek-objek khusus).
  2. Spekulatif, tak langsung menyangkut fakta (nonfaktawi).
  3. Bersangkutan dg nilai-nilai (kualitas abstrak yang ada pada suatu hal).
  4. Bersifat kritis terhadap konsep dan arti-arti yg biasanya diterima begitu saja oleh ilmu.
  5. Besifat sinoptik: mencakup struktur kenyataan secara keseluruhan.
  6. Bersifat implikatif: jawaban suatu persoalan memunculkan persoalan baru yang saling berhubungan.
  7. Bersifat teoritik: lebih pada tindak reflektif, non-praktis.

Ciri-ciri pemikiran filsafat menurut Made Pramono, S.S., M.Hum

  1. Bersifat radikal (sampai ke akar-akarnya, sampai pada hakikat/esensi).
  2. Sistematis (adanya hub. fungsional antara unsur-unsur untuk mencapai tujuan tertentu).
  3. Berpikir tentang hal/proses umum, universal, ide-ide besar, bukan tentang peristiwa tunggal.
  4. Konsisten/runtut (tak terdapat pertentangan di dalamnya) dan koheren (sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir, logis).
  5. Secara bebas, tak cenderung prasangka, emosi.
  6. Kebebasan ini berdisiplin (berpegang pada prinsip-prinsip pemikiran logis serta tanggung jawab pada hati nurani sendiri).
  7. Berusaha memperolah pandangan komprehensif/menyeluruh.
  8. Secara konseptual hasil generalisir (perumuman) dan abstraksi dari pengalaman tentang hal-hal serta proses-proses individual melampaui batas pengalaman hidup sehari-hari.

B. SIFAT DASAR FILSAFAT

Sifat dasar filsafat (Simon, 2003):

  1. Berfikir radikal
  2. Berfikir rasional; tahu & paham dengan akal budi
  3. Mencari asas
  4. Mencari kebenaran
  5. Mencari kejelasan

C. KEGUNAAN FILSAFAT

  1. Pada umumnya dapat dikatakan bahawa dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani berbagai pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus. Jadi filsafat membantu untuk mendalami  berbagai pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas dan lingkup tanggung jawabnya. Kemampuan itu dipelajarinya dari dua jalur yakni secara sistematis dan historis.
  2. Menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah dengan bijaksana, membuat manusia lebih hidup lebih tanggap (peka) terhadap diri dan lingkungannya, membantu manusia untuk mengetahui mana yang pantas ditolak dan mana yang pantas disetujui.
  3. Kegunaan filsafat ialah untuk memperoleh pengertian (makna) dan untuk menjelaskan gejala atau peristiwa alam dan sosial. Itu berarti orang yang berfilsafat harus berpikir obyektif atas hal-hal yang obyektif, bukan menghayal.
  4. Orang berfilsafat harus mampu menjelaskan hubungan antara sebab dan akibat, antara bentuk dan isi, antara gejala dan hakikat, kekhususan dan keumuman, kebetulan dan keharusan.

D. PANDANGAN FILSAFAT TENTANG MANUSIA

  1. Pandangan Descartes (1596-1650) sebagai bapak filsafat Modern yang menempatkan manusia dengan segala kemampuan rasionalnya sebagai subject yang sentral dalam pemecaham masalah dunia. Rasionalitas menjadi ukuran tunggal kebenaran, tolak ukur dari segala sesuatu. Jadi pandangan descartes terhadap manusia adalah Humanisme atau antroposenterisme. Ia memandang positif kepada diri dan rasio manusia dalam membangun dunia kearah yang lebih baik. Descartes mewakili semangat zamannya yakni Modernisme yang memandang cerah masa depan umat manusia seiring dengan bergulirnya renaissance. Manusia adalah mahluk yang berakal dan bertanggung jawab dengan akalnya. Pandangan descartes terhadap manusia adalah positif ia memandang jiwa manusia pada dasarnya baik karena didominasi oleh fungsi akal atau intelek.
  2. Arthur Scopenheour (1788-1868) mengemukakan pendapat yang berlawanan, ia adalah seorang filosof pesimistis. Berlawanan  dengan  filosof-filosof sebelumnya seperti Descartes yang menyatakan bahwa  hakikat jiwa manusia adalah intelek atau rasio. Scopenheour mengkritik pandangan tersebut yang dianggapnya terlalu menyembunyikan sisi gelap dari diri manusia. Ia beranggapan bahwa rasio dan kesadaran pada hakikatnya hanyalah permukaan dari jiwa kita. Dibawah intelek/rasio terdapat kehendak(nafsu) yang tidak sadar. Suatu Daya atau kekuatan hidup yang abadi, suatu kehendak dari keinginan yang kuat. Rasio kadang-kadang memang mengendalikan kehendak namun hanya sebagai pembantu yang mendorong tuannya.  “kehendak adalah orang kuat yang buta yang menggendong orang lumpuh yang melek (rasio). Intinya kehendak (nafsu) merupakan pusat dari organ fikiran. Artinya hati dan bukan kepala yang berkuasa. Ia memandang bahwa terjadinya perang dalam setiap episode sejarah dan banyaknya pembunuhan dan kejahatan merupakan bukti bahwa rasio manusia merupakan alat dari kehendak buta (nafsu). Sehingga ia berpandangan pesimis terhadap masa depan umat manusia yang akan cerah dan baik. Ia lebih cenderung melihat masa depan umat manusia suram dan gelap dengan banyak pertumpahan darah dan kekerasan. Filsafat Scopenheour merupakan filsafat yang kelam dan pesimis yang menafikan dan meniadakan unsur dan potensi kebaikan yang besar dalam diri manusia. Pandangannya terlalu berat sebelah kepada sisi negatif manusia.
  3. Friedrich Nietzsche (1844-1900) yang disebut-sebut telah menutup proyek modernisme, dan sekaligus membuka wawasan baru yang disebut postmodernisme. Ia bergerak lebih jauh dari Scopenheour dengan mendekonstruksi oposisi biner ( yakni kategorisasi benar/salah, rasional/irasional, baik/buruk) dan membiarkannya tercerai berai dalam kondisi nihil. Proses Nihilisme mempresentasikan suatu kondisi, kematian tuhan sebagai sumber absolut nilai-nilai atau makna. Dan proses Devaluasi nilai tertinggi tesebut (tuhan) telah membiarkan manusia hidup dalam dunia tanpa nilai dan makna yang disebabkan hilangnya oposisi biner. Sehingga nietzche memandang bahwa subjek (manusia) bukanlah sesuatu yang dapat menentukan landasan diskursusnya sendiri, akan tetapi selamanya subjek berada dalam bayang-bayang ada. Hal ini menandakan kehadiran kembali mitos, sebagai bahasa simbolik pusat dunia.
  4. Heideiger (1889- 1976) memandang dengan perkembangan teknologi informasi (TV, Internet, Game) yang semakin maju di zaman sekarang memungkinkan manusia untuk hidup didalam satu ruang., dimana mitos atau ada telah melebur didalam dunia citraan.  Dalam ruang postmodern representasi media massa, dalam televisi merupakan sebuah ajang bagi subjek untuk mencari dan menyatakan eksistensinya didunia…”hehe jadi wajar orang sekarang berebut masuk TV hingga rela mengerjakan segala perbuatan konyol sampai menjual dirinya sekalipun”.  Dengan didevaluasinya nilai tertinggi yakni tuhan maka satu-satunya nilai yang mendominasi dalah NILAI TUKAR,..Alias UANG …. Jadi eksistensi manusia hanya sekedar citraan dengan nilai yang dikejar adalah nilai tukarnya yakni rupiah atau dollar….haha edan semakin gelap aja tuh akhirnya perkembangan eksistensi manusia dalam filsafat.

DAFTAR RUJUKAN

Juhaya S Praja, Aliran-Aliran Filsafat Dan Etika, Kencana, (Online), (http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/, diakses 18 Februari 2010)

Suparlan Suhartono, 2004, Dasar-Dasar Filsafat, (Online), (http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/, diakses 18 Februari 2010)

Surojiyo, 2003, Ilmu Filsafat Suatu Pengantar, (Online), (http://gmscrb.wordpress.com/2008/05/14/filsafat-untuk-perjuangan-massa/, diakses 18 Februari 2010)

Blackburn, Simon. 2003. What is Philosophy? Dalam Philosophy for the 21st Century: A Comprehensive Reader, diedit oleh Steven M. Cahn, 1-5. New York & Oxford: Oxford UniversityPress,(Online),(http://zfikri.wordpress.com/2008/02/17/filsafat-umum-asal-usul-sifat-peranan-filsafat/, diakses 18 Februari 2010).

Perry, John & Bratman, Michael, eds. 1999. Introduction to Philosophy: Classical and Contemporary Readings, third edition. New York & Oxford: Oxford University Press,(Online),(http://zfikri.wordpress.com/2008/02/17/filsafat-umum-asal-usul-sifat-peranan-filsafat/, diakses 18 Februari 2010).

Asmadi,Asmoro.FilsafatIlmu.PT.RajaGrafindoPersada,(Online),(http://images.zanikhan.multiply.com/attachment/0/…/Filsafat.doc?, diakses 20 Februari 2010).

http://www.mail-archive.com/filsafat@yahoogroups.com/msg03408.html

About these ads
Comments
  1. suci says:

    bagus bgt. membantu saya mengerjakan tugas . terima kasih .

  2. cewe birahi says:

    kurang lengkap ni boss,,, hehehe referansinya ngga smua disebutin

  3. ardi says:

    gx lngkap tu jwban ttg ciri2 pmikiran filsafat krn gx d’sertai dg pngertiannya & gx ada rngkuman k’seluruhan mengenai ciri2 pmikiran filsafat….

    itu aja thks…

  4. winda says:

    artikelnya bagus, sangat membantu untuk tugas saya. izin copas ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s