Mata kuliah: evaluasi penjas, dosen pembina: bapak mardiyanto, disusun oleh: Novika Sari, Angga Yuly, Tegar Bayu, Ilham Atho’ Illah, Lukman Kurniawan.
Kata Pengantar
Kami ucapkan puji syukur kehadirat Tuhan YME, karena limpahan rahmad dan taufik-Nya kami berhasil menyelesaikan tugas mata kuliah Kajian Kurikulum dengan judul Format Observasi Untuk Mengamati Dan Mengukur Sikap Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan tepat waktu.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada :
- Bapak Mardiyanto selaku dosen sekaligus pembimbing kami dalam memberikan pengarahan dan semangat.
- Teman-teman yang sudah bekerjasama dengan baik dan kompak dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga tugas yang telah kami selesaikan bisa menambah pengalaman bagi kami dan bias mendapatkan nilai yang maksimal. Amin.
Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………………….. i
Daftar Isi…………………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………. 2
1.3 Tujuan………………………………………………………………………… 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Menyusun Format Penilaian……………………………………………. 3
2.2 Manfaat Format Observasi Sikap……………………………………. 4
2.3 Petunjuk Umum Pengamatan Sikap………………………………….. 5
2.4 Petunjuk Khusus Penskoran dan Penilaian Sikap………………… 6
2.5 Penjabaran Konsep Sikap……………………………………………… 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan………………………………………………………………………. 9
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………….. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini banyak sekali permasalah yang dihadapi oleh para guru dalam melakukan penilaian terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Itu di karenakan karena banyak para guru tidak mengetahui bagaimana format observasi untuk mengamati dan mengukur sikap siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Masalah tersebut muncul dari keabstrak-an fenomena sikap, yang masih berupa konsep/konstruk umum, yang sulit diamati dan diukur, jika belum dijabarkan dan didefinisikan menjadi indikator dan deskriptor indikator tersebut disusun dari amatan perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, yang diasumsikan sebagai cerminan sikap siswa.
Jadi dalam makalah ini akan dipaparkan tentang penyusunan format penilaian, manfaat observasi sikap, petunjuk umum pengamatan sikap, cara penskoran dan penilaian sikap, dan bagaimana penjabaran konsep sikap supaya para guru atau kita sebagai calon pendidik agar nantinya bisa melakukan observasi terhadap anak didik kita serta melakukan penilaian dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana cara menyusun format penilaian?
- Apakah manfaat format observasi sikap?
- Apa petunjuk umum pengamatan sikap?
- Bagaiamana cara penskoran dan penilaian sikap?
- Apa dan bagaimana penjabaran konsep sikap?
1.3 Tujuan
- Untuk mengetahui cara menyusun format penilaian.
- Untuk mengetahui manfaat format observasi sikap.
- Untuk mengetahui petunjuk umum pengamatan sikap.
- Untuk mengetahui cara penskoran dan penilaian sikap.
- Untuk mengetahui penjabaran konsep sikap.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Menyusun Format Penilaian
Penyusunan format observasi ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu masalah yang dihadapi oleh para guru dalam melakukan penilaian terhadap sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Masalah tersebut muncul dari keabstrak-an fenomena sikap, yang masih berupa konsep/konstruk umum, yang sulit diamati dan diukur, jika belum dijabarkan dan didefinisikan menjadi indikator dan deskriptor indikator tersebut disusun dari amatan perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, yang diasumsikan sebagai cerminan sikap siswa. Setelah indikator-indikator tersebut tersusun, kemudian dijabarkan dijabarkan desriptornya, yaitu sebagai penjelas atau operasionalisasi perilaku, agar memudahkan Guru dalam melakukan pengamatan, pengukuran dan penilaian.
Berdasarkan kajian dari beberapa teori sikap yang ada, pada konteks ini, sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani merupakan respon eluatif siswa atas suatu obyek (pembelajaran pendidikan jasmani) yang telah diketahui, dipahami, dirasakan, dialami, dan diyakini, sehingga menimbulkan kecenderungan bertindak?berperilaku, baik secara positif (menerima, menyenangi, mendukung, menghargai, melaksanakan dengan sukarela dan bersemangat, dan sebagainya), maupun secara negatif (menolak, keengganan, dan sebagainya).
Perwujudan sikap selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dapat digali perilaku-perilaku yang ditampilkan siswa selama pembelajaran berlangsung, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Perilaku itu dibatasi pada perilaku yang muncul dari proses interaksi antara siswa dengan Guru, siswa lain, lingkungan atau sumber-sumber belajar yang digunakan: dan untuk memudahkan proses pengamatannya, dilakukan kategorisasi sikap berdasarkan 7 dimensi, yaitu: dimensi sosial, kepemimpinan, etika, partisipasi,, kedisiplinan, penampilan dan dimensi kontrol diri. Dari dimensi-dimensi sikap ini, kemudian dijabarkan lagi menjadi indikator dan deskriptor penjelasannya.
2.2 Manfaat Format Observasi Sikap
Alat penilaian yang berupa format observasi sikap ini dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru pendididkan jasmani dalam melakukan penilaian sikap siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani secara sistematis, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Hasil penilaian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk mem-perbaiki proses pembelajaran (evaluasi proses/formatif/diagnotif/motifatif), juga bisa difungsikan sebagai evaluasi produk (sumatif). Dari sisi siswa, alat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan self-evaluation yaitu untuk melibatkan siswa dalam menyelenggarakan pembelajaran pendidikan jasmani.
2.3 Petunjuk Umum Pengamatan Sikap
Format observasi ini digunakan dan diisi oleh guru pada sat pembelajaran berlangsung. Yaitu saat dilapangan. Agar perilaku yang ditampilkan siswa tidak dibuat-buat (tendensius, karena dinilai) dan merupakan cerminan sikapnya terhadap pendidikan jasmani, dalam melaksanakan pengisian format observasi ini, hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal barikut ini:
- Dilakukan tanpa sepengetahuan siswa
- Dilakukan secara berulang-ulang, karena perilaku yang teramati tidak semuanya muncul pada setiap pembelajaran: dan dengan diulang-ulang dapat meningkatkan kejelia, ketelitian dan keajegan.
- Pelaksanaan penilaian ini tidak dialokasikan dalam waktu yang khusus, tetapi dilakukan setelah pemberian materi, bersamaan dengan proses mengendalikan dan mengevaluasi/mengkoreksi siswa yang sedang melakukan gerak tertentu,atau pada situasi-situasi khusus, seperti pada waktu kegiatan ekstra kurikuler dan pertandingan antar kelas, yang masih dalam konteks dan ruang lingkup pembelajaran pendidikan jasmani
- Target jumlah indikator yang diamati Dalam satu kali pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing guru dan kareteristik kancah setempat.
Untuk itu kemampuan guru dalam menggunakan format ini perlu dilatih dan diperlukan ketelatenan dalam melaksanakan uji coba pengamatan secara berulang kali.
2.4 Petunjuk Khusus Penskoran dan Penilaian Sikap
Pengisian format ini dilakukan dengan memberi tanda cek pada kotak yang ada di bawah pernyataan deskriptor. Penskoran dilakukan dengan menghitung jumlah deskriptor yang ditampilkan siswa selama mengikuti pembelajaran, yaitu:
- Skor (1) diberikan, apabila siswa tidak menampilkan semua deskriptor;
- Skor (2) diberikan, apabila siswa menampilkan satu deskriptor;
- Skor (3) diberikan, apabila siswa menampilkan dua deskriptor;
- Skor (4) diberikan, apabila siswa menampilkan tiga deskriptor;
- Skor (5) diberikan, apabila siswa menampilkan lebih dari tig deskriptor.
Jumlah skor pada satu indikator ditulis pada kolom jumlah, jumlah skor keseluruhan indikator dihitung rata-ratanya. Untuk mengetahui maknanya (proses penilaian), skor tersebut ditransformasikan pada distribusi bergolong sebagai berikut:
- 78 – 90: sangat positif
- 63 – 77: positif
- 48 – 62: cukup positif
- 33 – 47: negatif
- 18 – 32: sangat negatif
Distribusi di atas ditentukan berdasar dalil Sturges, yaitu i (lebar kelas) didapat dari pembagian R (range = skor tertinggi dikurangi skor terendah) dengan k (jumlah kelas interval). K didapat dari 1+3,33 logⁿ, n merupakan banyaknya kasus.
2.5 Penjabaran Konsep Sikap
Upaya penjabaran dimaksudkan untuk memberi batasan pada konsep sikap, sehingga definisi operasionalnya dapat didefinisikan dan dipahami. Mengingat konsep sikap sangat komplek dan abstrak, untuk menjabarkannya perlu ditinjau dari beberapa dimensi. Dari dimensi ini kemudian dijabarkan menjadi indikator dan penjelasannya (deskriptor), yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan yang operasional, sehingga memudahkan dalam mengamati dan mengukurnya.
Contoh:
Sikap Siswa pada Dimensi Sosial
Indikator: Kerja sama
Deskriptor:
Mengajak teman lain untuk melakukan tugas gerk secara bersama-sama
Berbagi bersama dalam melakukan gerakan atau permainan
Tidak mendominasi alat-alat permainan
Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar gerak
Tidak memilih-milih teman dalam melakukan tugas gerak
Sikap Siswa pada Dimensi Penampilan
Indikator: kerapian dan kebersihan pakaian
Deskriptor:
Berpakaian bersih
Berseragam lengkap sesuai aturan
Berpakaian rapi
Tetap menjaga kebersihan selama mengikuti pelajaran
dst…………
Contoh Lembar Pengamatan Untuk Mengukur Dan Menilai Sikap Siswa
NAMA :………………..
KELAS :………………..
| NO | INDIKATOR | DESKRIPTOR | JML | ||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | |||
| 123 | Kerja samaTanggung jawab…………….. | Mengajak teman melaksanakan gerak bersamaMau menerima konsekuensi dari tindakannya | Berbagi kesempatan dalam melakukan gerak permainanMau dan berusaha melakukan tugas gerak secara sungguh-sungguh | Tidak mendominasi alat pembelajaranTidak mengelak dan menghindar dari tugas | Membantu teman yang mengalami kesulitanSetelah menerima masukan segera diperbaiki | Tidak memilih teman dalam melakukan tugas gerakAktif bertindak untuk memperlancar proses pembelajaran | |
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hasil penilaian yang di lakukan guru dapat dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk mem-perbaiki proses pembelajaran (evaluasi proses/ formatif /diagnotif/ motifatif), juga bisa difungsikan sebagai evaluasi produk (sumatif). Dari sisi siswa, alat ini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan self-evaluation yaitu untuk melibatkan siswa dalam menyelenggarakan pembelajaran pendidikan jasmani.
Dalam melaksanakan pengisian format observasi ini, hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal barikut ini: dilakukan tanpa sepengetahuan siswa, dilakukan secara berulang-ulang, karena perilaku yang teramati tidak semuanya muncul pada setiap pembelajaran: dan dengan diulang-ulang dapat meningkatkan kejelia, ketelitian dan keajegan. Pelaksanaan penilaian ini tidak dialokasikan dalam waktu yang khusus, tetapi dilakukan setelah pemberian materi, bersamaan dengan proses mengendalikan dan mengevaluasi/mengkoreksi siswa yang sedang melakukan gerak tertentu,atau pada situasi-situasi khusus, seperti pada waktu kegiatan ekstra kurikuler dan pertandingan antar kelas, yang masih dalam konteks dan ruang lingkup pembelajaran pendidikan jasmaniTarget jumlah indikator yang diamati, dalam satu kali pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing guru dan kareteristik kancah setempat.
DAFTAR PUSTAKA
Budiwanto, Setyo & Muarifin. 2006. Evaluasi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Malang.

keren….bagus …bermanfaat bagi yang lain ..aku copy ya………….trims
ok sob…
thx juga yah…
thanks yach….
sama-sama
thx ats kunjungannya…
thks, semoga amal ibadah kita diterima disis-Nya
yup,, bagus
klo indikator mengukur sikap siswa KBM matematika?
boleh tanya?
indikator kerjasama tersebut anda dapat dari buku mana? thx b4
saya juga sedang menghadapi masalah kerja samasiswa.bolehtau tidak, anda mendapatkan indikator kerjasama ini dari buku apa? thx b4
bos copi nih
coba lihat di daftar pustakanya