Darah (Sanguis)

Darah (Sanguis)

Terdiri dari dua komponen:

1.
Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah 4 Eritrosit, Lekosit, Trombosit.
2.
Plasma Darah adalah cairan darah. Lanjutkan membaca

Hormon!!!

adalah zat kimia yang disintesis oleh sel khusus dan dialirkan ke dalam sel yang dituju. Hormon atau sistem hormon disebut dengan sistem endokrin atau sistem kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran, salurannya lewat darah.

Lanjutkan membaca

Sistem Eksresi

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berzfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi. Lanjutkan membaca

Lemak!!!

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak

Lemak atau Lipid tidak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair. Lanjutkan membaca

Sistem Pencernaan Makanan

Pencernaan bertujuan untuk absorbsi, saluran pencernaan makanan terdiri dari rongga mulut, tekak (faring), kerongkongan (esofagus), lambung ( ventrikulus), usus halus (terdiri dari duodenum, yeyunum, dan ileum), usus besar, dan poros usus (rektum atau anus). Lanjutkan membaca

DARAH!!!!

Darah seperduabelas dari berat badan yaitu sekitar 8% terdiri dari 5% plasma darah dan 3% sel darah. Lanjutkan membaca

Jantung!!!

Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung sebesar kepalan tangan masing-masing (300 gram). Daerah paling berbahaya terjadi kontraksi di dalam jantung adalah Cordis. Lanjutkan membaca

Uchhhhh

argggggggggggggggg…….

apek deh….

sapa yang bisa bantu aq?????!!!!

help meeeeeeeee……

Knp?!!!

Knp aku ini?

Tugaku….kmn kamu?

Ayo donk kluar???????????

Aku akan susah tanpa kamu……….

Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung
penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Lanjutkan membaca